lalintas.com

7 Fakta Jalur Cikidang Sukabumi Itu Rawan dan Berbahaya

Menyusul terjadinya kecelakaan maut bus pariwisata di jalur “tengkorak” komplek tanjakan “letter S”, Desa Cikidang, Sukabumi Jawa Barat, beberapa waktu lalu yang sedikitnya menewaskan 21 orang dan belasan lainnya luka-luka, serta kecelakaan pada sebuah mikro bus yang masuk jurang sedalam 50 meter pada malam sebelumnya, di hari yang sama pada pertengahan September lalu, tim Lalintas mencoba untuk melakukan penelusuran atas jalur lintasan berbahaya tersebut.

Berikut ini 7 Fakta Jalur Cikidang Sukabumi itu Rawan dan Berbahaya yang berhasil dirangkum tim Lalintas.com :

  1. Jalan Berlubang dan Bergelombang

Memasuki jalur lintasan Cikidang, baik masuk dari Pelabuhanratu maupun masuk melalui Cibadak, para pengendara kerap kali dihadapi oleh lintasan yang berlubang dan bergelombang. Kontur jalanan yang berlubang dan bergelombang ini sangat membahayakan Anda pengendara yang melintas, khususnya para pengendara roda dua. Pengemudi kendaraaan bermotor wajib tidak melebihi batas kecepatan yang ada, bahkan bila rambu lalulintas tidak ada maka pengemudi tidak boleh memacu kendaraan lebih dari 40km/jam di area Cikidang.  

  1. Tikungan Yang Tajam

Seperti umumnya jalanan di kawasan perbukitan, Cikidang juga memiliki jalanan dengan tikungan dan belokan yang tajam. Bahkan beberapa diantaranya selain tikungan yang cukup tajam, juga berbentuk letter S berkontur miring dan menukik curam. Untuk menaklukan jalan seperti ini dibutuhkan konsentrasi yang penuh bagi pengendara yang melintas. Anda harus ekstra hati-hati saat menikung, pada tikungan letter S ujung jalanan tidak akan terlihat, karena tikungan di iringi dengan tanjakan yang tajam apabila arah dari Pelabuhanratu dan turunan yang tajam dari arah Cibadak menuju Pelabuhanratu.

  1. Tanjakan Curam

Selain tikungan yang tajam, jalur Cikidang juga memiliki lintasan dengan model tanjakan yang cukup curam. Tanjakan tersebut ada yang sifatnya lurus dan panjang, ada pula tanjakan yang diikuti dengan tikungan yang tajam. Oleh karena itu, Anda harus betul-betul fokus jangan biarkan aktifitas mengemudi Anda terganggu. Pastikan ketika berada pada lintasan yang tajam, porsneling Anda di posisi yang tepat.

  1. Turunan Yang Terjal

Seperti kebanyakan lintasan jalan perbukitan di Indonesia, ketika ada tanjakan, tentu saja akan diikuti dengan turunan yang terjal. Ini juga tidak kalah penting. Lintasan seperti ini juga sangat rawan dan berbahaya bagi kendaraan Anda. Saat tim Lalintas.com tengah melakukan perjalanan untuk melakukan penelusuran lintasan Cikidang, sempat melihat sebuah motor gede jatuh di lintasan menurun yang terjal. Sang pengendara tidak dapat mengendalikan motornya yang besar, akhirnya terpeleset dan jatuh di pinggir jalan. Untungnya, pengendara moge tersebut jatuh tidak di lintasan pinggir jurang. Pastikan rem pada kendaraan Anda aman sebelum melintas pada turunan yang terjal ini.

  1. Jurang Yang Dalam

Berbeda dengan jalur lintas perbukitan lainnya, di Cikidang  jurang yang berada di sisi kanan dan kiri jalanannya cukup dalam. Seperti kecelakan yang terjadi pada jumat dan sabtu kemarin, bus terperosok masuk ke dalam jurang hingga 50 meter pada jumat malam. Sementara pada sabtu siang Bus yang menewaskan sedikitnya 21 orang tersebut masuk ke jurang hingga kedalaman 31 meter. Menurut pengamatan kami, tidak semua bibir jalan yang dibawahnya terdapat jurang yang dalam tersebut di beri pembatas.

  1. Rambu Lalu Lintas Yang Kurang

Diluar persoalan kontur jalan diatas, kurangnya rambu-rambu lalu lintas di lintasan Cikidang juga merupakan faktor pemicu terjadinya kecelakaan. Rambu lalu lintas sangat dibutuhkan dan tentu memegang andil dalam mencegah kecelakaan, berfungsi sebagai pengingat atau tanda adanya bahaya di depan. Rambu lalulintas tidak tanpa kecuali seharusnya ada di semua jalan raya, namun sayangnya di area Cikidang masih bisa dijumpai bahwa beberapa area tidak memiliki rambu sama sekali. Kecelakaan beruntun yang terjadi selama 2 hari berturut-turut kemarin dapat menjadi masukan untuk pemerintah daerah setempat agar bisa melengkapi jalanan dengan rambu lalulintas yang memadai. Tujuannya tidak lain agar para pengendara dapat lebih berhati-hati lagi saat melintas jalan tersebut.

  1. Penerangan Jalan Yang Minim

Para pengendara dianjurkan untuk tidak melewati Cikidang pada malam hari, karena pengemudi tidak akan bisa memiliki waktu yang cukup untuk mengantisipasi bahaya yang tidak terlihat pada malam hari di area Cikidang. Jalur Cikidang yang merupakan kawasan perbukitan, hutan, dan perkebunan kelapa sawit sayangnya juga sangat minim dengan lampu penerangan jalan. Gelap nya jalan Cikidang merupakan salah satu faktor penyumbang kecelakaan pada area tersebut. Jalanan yang menukik curam, tikungan tajam, dan berlobang sudah pasti semakin tidak terlihat.

 

Persiapan tentunya hal yang sangant penting, berikut Tips berkendara menurut Boy Falatehansyah, Head of Trainer Lalintas, jika Anda ingin berakhir pekan melalui jalur Cikidang ini :

  1. Pastikan kondisi pengereman kendaraan dalam keadaan layak
  2. Tidak berkendara pada malam hari
  3. Hilangkan segala kegiatan selain aktifitas mengemudi (Fokus)
  4. Pastikan kendaraan tidak mengangkut bobot lebih dari kapasitas nya, bobot yang lebih sudah pasti akan memperpanjang jarak pengereman
  5. Pastikan padangan jauh kedepan agar bisa mengidentifikasi bahaya lebih awal

Bila terjadi rem blong:

  1. Jangan panik!
  2. Gunakan engine brake, pindahkan gigi persneling ke posisi yang lebih rendah
  3. Bila perlambatan masih kurang, cari lah gundukan pasir atau dinding tanah, dan SEREMPET kendaraan ke objek tersebut secara perlahan, JANGAN DITABRAK dari bagian depan kendaraan!

Pengemudi harus memahami teknik dan tips diatas agar pada kondisi darurat tidak melakukan aksi spontan tanpa analisa terlebih dahulu.

Bagaimana menurut kamu, Rawan dan Berbahaya bukan? Tidak ada larangan kepada kita untuk berlibur ke destinasi dan lokasi wisata yang ada di sekitar Sukabumi. Khususnya yang melalui jalur lintasan Cibadak – Cikidang – Pelabuhanratu. Hanya saja, jika Anda ingin berlibur ke kawasan Sukabumi melalui lintasan tersebut, disarankan untuk lebih fokus dan berhati-hati dalam berkendara. Selain pastikan kendaraan Anda sehat dan memiliki performa yang bagus, juga pastikan kondisi tubuh Anda dalam keadaan sehat dan prima saat berkendara.

Tulis Tanggapan
    Similar News
    Tips mengemudi yang aman dan benar disaat mudik.
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    29 May 2019
    Pahami kesaktian plat nomor yang memiliki prioritas di jalan raya!
    lalintas.com
    22 April 2019
    Ini Larangan Baru yang Harus Digalakkan Selain Pengendara Merokok
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    02 April 2019