lalintas.com

Bahaya Naik Motor disaat Hujan

Motor merupakan kendaraan yang paling banyak kita jumpai di jalanan, kendaraan roda dua ini seringkali menjadi korban akibat kelalaian pengguna jalan lain dan bahkan faktor utamanya disebabkan oleh kelalaian pengendara itu sendiri. Faktanya, kendaraan roda dua memiliki resiko yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kendaraan bermotor lainnya.

Motor tidak pernah mengenal kata stabil. Kendaraan ini bisa bergerak lurus dikarenakan adanya lintasan, kecepatan, dan keseimbangan. Patut dipahami bahwa berkendara disaat hujan sangatlah berbahaya, karena ban kendaraan cenderung lebih mudah mengalami selip. Akibatnya pengendara bisa jatuh dan berbenturan dengan objek yang ada di jalan raya.

Antisipatif adalah sikap yang harus bisa diterapi oleh setiap pengendara agar dapat memperkecil resiko yang ada. Antisipatif yang dimaksud adalah memiliki pola pikir berkendara dengan resiko rendah. Menanamkan pedoman bahwa keamanan bukanlah suatu perasaan melainkan suatu kepastian. Pengendara diharapkan dapat memiliki rasa tanggung jawab terhadap keselamatan dirinya dan pengguna jalan lainnya.

Salah satu bentuk antisipatif sebelum berkendara adalah selalu merencanakan rute perjalanan, dan menanyakan apakah saya perlu berkendara disaat hujan?, bisakah saya tunda sampai hujan reda? Selalu persiapkan kendaraan dalam keadaan layak pakai dan menggunakan atribut keamanan dengan lengkap.

Pada awal hari, pengendara harus menyempatkan diri untuk melakukan inspeksi terhadap kendaraannya sebelum berkendara. Ban harus dalam keadaan layak pakai. Periksa ban berdasarkan ketebalan dan umurnya dengan cara memeriksa tanda TWI pada dinding ban. Karet pada ban memiliki masa kadaluarsa dimana umurnya mencapai 3-5 tahun. Tanyakan pada produsen ban sebelum membeli agar Anda memahami kapan harus menggantinya. Apabila ban sudah kadaluarsa, maka traksi ban terhadap lintasan akan hilang sehingga ban dengan mudah mengalami selip. Begitu juga dengan ketebalan dari ban tersebut, apabila sudah tipis maka pada lintasan yang licin ban sangat mudah mengalami selip karena alur ban berfungsi untuk membelah genangan air.

Periksa rem kendaraan agar berfungsi dengan baik dan tidak ada kendala disaat berkendara. Kenali konstruksi dari rem tersebut, apakah tromol atau cakram? Karena pengencekannya juga akan berbeda. Tromol bisa di atur kedalaman remnya, tetapi cakram harus atur anginnya atau ganti oli rem apabila sudah terkontaminasi dengan air. Bila tidak paham maka jangan ragu untuk mendatangi montir dan minta rem disetel dengan baik.

Penerangan adalah sistem yang krusial dalam berkendara, berfungsi untuk menjaga pandangan aman, hingga berkomunikasi dengan pengguna jalan lainnya. Maka dari itu jangan lupa untuk memeriksa semua lampu kendaraan, mulai dari lampu utama, lampu rem, lampu sein, hingga lampu indikator pada panel.

Ingat! Gunakan Helm berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia), bahkan sangat dianjurkan untuk menggunakan Helm Fullface agar dapat melindungi kepala secara keseluruhan. Organ kepala sangat rentan terhadap efek dari benturan dan terkadang benturan tidak memberikan efek negatif secara seketika. Banyak kasus dimana korban kehilangan kemampuan motoriknya setelah beberapa lama paska insiden. Beli Helm yang aman dan nyaman. Jangan takut harganya mahal, Anda mampu membeli kendaraan dengan harga jutaan rupiah, jadi janganlah pelit untuk membeli Helm yang berkualitas tinggi. Kepala tidak ada onderdilnya, sedangkan sukucadang motor bisa dibeli.

Resiko kecelakaan meningkat disaat hujan, sehingga Anda diharapkan untuk menggunakan alat proteksi pada badan. Gunakan sarung tangan yang melindungi jari hingga pergelangan tangan, gunakan pelindung dengkul dan siku, dan selalu berkendara dengan sepatu yang bisa melindungi sampai minimal bisa menutupi mata kaki.

Lengkapi perlengkapan untuk menyikapi curah hujan, yaitu gunakan jas hujan yang berbentuk kemeja lengan panjang dan celana panjang. Jas hujan yang terlalu besar dan menjuntai sangat tidak dianjurkan karena banyak insiden dimana jas hujan tersebut tersangkut pada roda kendaraan.

Sikap diatas merupakan sikap antisipatif sebelum berkendara, lalu bagaimana Anda bisa menyikapi bahaya disaat sedang berkendara? Kebiasaan buruk dalam berkendara diakibatkan oleh minimnya pengetahuan dalam berkendara dengan teknik yang benar. Dibawah ini adalah cara berkendara aman disaat hujan:

- Pengendara biasanya melakukan pengereman mendadak atau menabrak objek lainnya dikarenakan tidak waspada terhadap lingkungan sekitar. Seringkali kita jumpai pengemudi yang dengan nyaman berkendara terlalu dekat dengan kendaraan di depan, belakang, dan samping. Pada saat hujan, hindari kebiasaan ini ya!

- Pengendara harus dapat mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang dapat terjadi saat berkendara. Anda harus bisa menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan minimal 3 detik, dan memantau kendaraan yang ada dibelakang supaya tidak terlalu dekat dengan Anda. Sederhananya, posisikan kendaraan Anda pada area teraman di jalan raya. Asumsikan bahwa dalam keadaan darurat, kendaraan Anda tidak akan menabrak kendaraan lain dan begitu juga sebaliknya.

- Genangan air atau Aquaplaning dalam istilah keamanan di jalan raya juga menjadi salah satu bentuk bahaya yang sangat umum disaat hujan. Bila Anda berkendara melalui genangan air, maka ban akan cenderung mengalami selip sehingga Anda bisa terjatuh. Antisipasi adanya genangan air karena bisa saja ada lubang dibawah permukaan air yang akan membuat Anda terpental dari motor.

Jalanan di Indonesia rata-rata merenggut 3-5 jiwa perjamnya. Menurut Korlantas Polri, 71% dari korban meninggal dunia adalah pengguna sepeda motor. Bila Anda dapat merenungi dengan baik, maka sudah seharusnya Anda dapat meninggalkan kebiasaan buruk dalam berkendara dan tentunya tidak akan menyepelekan resiko kecelakaan. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi semua pengendara roda dua di tanah air.

Tulis Tanggapan
    Similar News
    Tips mengemudi yang aman dan benar disaat mudik.
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    29 May 2019
    Ini Larangan Baru yang Harus Digalakkan Selain Pengendara Merokok
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    02 April 2019
    Mengenal arti markah jalan
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    13 March 2019