lalintas.com

Hemat Bahan Bakar dalam Berkendara, Wujud Peduli Lingkungan

Tahukah Anda, meski bahan bakar minyak merupakan sebuah sumber energi yang tidak dapat diperbaharui, namun ternyata konsumsi bahan bakar minyak untuk kendaraan kita sangat tinggi. Menurut data yang didapat dari situs BPH MIGAS, lebih dari 55 juta liter jenis BBM umum dikonsumsi secara nasional pada tahun 2017. Bayangkan setiap liter BBM menghasilkan lebih dari 2 Kilogram emisi ke atmosfer kita, berarti penduduk Indonesia menghasilkan lebih dar 110 juta Kilogram CO2 ke atmosfer kita pada tahun 2017 kemarin, fakta yang sungguh sangat memprihatinkan. Fakta diatas baru konsumsi jenis BBM umum saja loh!, belum jenis BBM lainnya seperti Jenis Bahan Bakar Khusus  Penugasan (JBKP) dan Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT).

Jadi, pemborosan bahan bakar meskipun dalam jumlah kecil, lambat laun sudah pasti dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup kita.

Coba kita perhatikan, tidak jarang pengemudi di sekitar kita berkendara dengan cara mengikuti suasana hati mereka. Perasaan kesal atau frustasi dapat mengarah ke pola mengemudi yang agresif. Pengemudi yang emosional kurang memfokuskan perhatian dan mungkin tidak mengamati jalan sesering yang diperlukan untuk mengantisipasi bahaya. Hal ini akan meningkatkan risiko tabrakan dan merupakan penyebab akselerasi dan pengereman yang tidak perlu, sehingga meningkatkan penggunaan dan emisi BBM.

Pengemudi sama sekali tidak menyadari dampak yang dihasilkan kendaraan mereka terhadap lingkungan, atau mereka mungkin tidak yakin bahwa mereka dapat membuat perubahan lingkungan yang positif. Dengan menerapkan pola mengemudi yang ramah lingkungan dalam batasan normal, pengemudi dapat mengurangi penggunaan bahan bakar sebesar lebih kurang 15 persen.

Sikap mengemudi yang tidak aman dan akan meningkatkan penggunaan serta emisi bahan bakar, antara lain dengan  memacu kendaraan secara agresif akan meningkatkan konsumsi BBM hingga 30 persen, menempel terlalu dekat dengan kendaraan di depan menyebabkan akselerasi cepat dan pengereman mendadak, yang akan meningkatkan penggunaan bahan bakar hingga sebesar 40 persen, serta kurangnya pengamatan pada jalan juga akan menyebabkan akselerasi dan pengereman yang tidak perlu.

Sementara itu sikap mengemudi yang hemat bahan bakar selain akan mengurangi emisi, juga memiliki keuntungan pribadi, antara lain lebih aman dan kemungkinan stres berkurang selama mengemudi karena kebiasaan mengemudi yang lebih aman, efisiensi waktu melalui perencanaan perjalanan yang benar, yang akan membantu Anda terhindar dari hambatan di jalan, biaya konsumsi bahan bakar berkurang karena penghematan bahan bakar, serta udara yang lebih bersih karena berkurangnya polusi karbondioksida.

Selain itu, sebenarnya ada banyak cara dan kesempatan untuk mengurangi polusi kendaraan, namun umumnya pengemudi mungkin tidak menyadari bahwa mereka dapat berpartisipasi dalam hal menjaga lingkungan. Sebaliknya, banyak pengendara malah memboroskan bahan bakar dan menghasilkan emisi yang tidak perlu melalui : seringkali pengemudi menyalip dengan menambahkan akselerasi  kendaraan tanpa memperhitungkan ternyata setelah menyalip mereka harus berhenti karena macet atau ada kendaraan lain yang berhenti. Hal ini merupakan perilaku yang tidak efisien terhadap konsumsi BBM. Contoh lainnya, mengambil rute yang macet, di mana kendaraan akan tetap melakukan pembakaran dalam kondisi idle, tersesat dan harus kembali ke rute sebelumnya, hingga perawatan kendaraan yang buruk, terutama sekali tekanan udara ban yang tidak tepat.

Untuk itu, mulai dari sekarang, marilah kita ubah perilaku mengemudi yang buruk dan salah menjadi perilaku yang baik dan benar. Sebelum berangkat pikirkan baik-baik perjalanan Anda, dan rencanakan perjalanan melalui rute ternyaman yang paling minim hambatan dan aman. Tentunya anda ingin menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan dengan menghemat konsumsi bahan bakar minyak Anda, atau berkendara secara agresif dan semau Anda, tapi berkontribusi dalam merusak kondisi lingkungan kita. Pilihan ada di tangan Kamu.

Similar News
Tips mengemudi yang aman dan benar disaat mudik.
lalintas.com
0
lalintas.com
29 May 2019
Pahami kesaktian plat nomor yang memiliki prioritas di jalan raya!
lalintas.com
22 April 2019
Ini Larangan Baru yang Harus Digalakkan Selain Pengendara Merokok
lalintas.com
0
lalintas.com
02 April 2019