lalintas.com

Mengenal arti markah jalan

Garis putih di tengah jalan adalah markah yang punya fungsi mengatur ketertiban. Mengabaikan markah jalan bisa merugikan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Indonesia dilaporkan masih menjadi salah satu negara dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia.

Menurut pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu faktor kurang disiplin menjadi salah satu sebab. Banyak pengguna kendaraan di Indonesia tidak mengerti peraturan lalu lintas. Saking banyaknya, ini berimbas terhadap kacaunya lalu lintas secara keseluruhan.

"Problemnya ada yang tahu, tapi dominasinya justru yang tidak tahu sehingga yang tahu justru terpengaruh untuk ikut berperilaku yang tidak aman," ujar Jusri.

Markah garis berwarna putih atau lainnya di tengah jalan punya banyak fungsi dan arti. Paling utama yakni memisahkan lajur kendaraan, agar pengemudi dapat disiplin menempatkan kendaraan saat melintas. 

Perihal garis pemisah pada badan jalan telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 34 Tahun 2014 Tentang Markah Jalan. Bentuknya bermacam-macam, ada yang berupa garis utuh, garis putus-putus, berwarna kuning dan putih dengan berbagai ukuran yang punya arti tersendiri.

Garis utuh

Markah garis utuh tidak putus-putus berwarna putih berarti pengemudi dilarang melintasi garis tersebut. Tetap berada di lajur jalan dan tidak diizinkan menyalip kendaraan lain.

Fungsi garis ini sangat penting, terutama di daerah yang rawan kecelakaan, misalnya di tikungan. 

Garis utuh yang berada di tengah jalan juga bisa berfungsi sebagai pembatas antara jalur kiri dan kanan yang berlawanan arah. Selain itu garis utuh juga merupakan pembatas dan peringatan tanda tepi jalur lalu lintas.

Garis putus-putus

Markah berupa garis putus-putus di tengah jalan berfungsi memisahkan jalur berlawanan arah. Artinya pengemudi diperbolehkan melintasinya, misal untuk mendahului kendaraan di depan.

Garis putus-putus juga biasanya diletakkan pada jalan tanpa titik buta (blind spot) seperti jalur jalan yang lurus. Perlu dipahami, menyalip kendaraan harus dengan pertimbangan matang dan mengamati area sekitar, khususnya objek dari arah berlawanan dan kecepatan kendaraan.

"Blind spot merupakan penyebab dominan kecelakaan fatal di Indonesia, hal ini terjadi dikarenakan pengendara tidak dapat melihat dengan jelas kendaraan lain pada beberapa sisi kendaraan, dibutuhkan perhatian dan fokus yang lebih untuk menghindari keadaan ini," jelas Budi Mahendra selaku Executive Coordinator CSVC Division PT. Astra Daihatsu Motor.

Garis ganda putus-putus dan utuh

Markah ini berarti, jika pengemudi berada pada sisi garis putus-putus artinya dapat melintas atau berpindah jalur seperti menyalip kendaraan. Sebaliknya, jika kita berada di sisi garis utuh tidak diperkenankan melewati garis. 

Garis ganda juga ada yang utuh. Ini artinya pengguna lalu lintas pada kedua sisinya dilarang melintasi garis tersebut.

Garis kotak kuning 

Markah jalan berwarna kuning ini biasanya berada di persimpangan. Fungsinya agar persimpangan tidak dijadikan tempat berhenti kendaraan misalnya saat antre di lampu merah.

Yelow Box atau biasa dikenal juga dengan sebutan yellow box junction (YBJ) dibuat untuk memudahkan akses keluar masuk kendaraan di berbagai persimpangan sehingga lalu lintas tidak terkunci saat kondisi jalan sedang padat.

Pada sisi jalan lain ketika lampu lalu lintas menyala hijau pun, pengguna kendaraan tidak diperbolehkan melewati garis tersebut jika masih ada kepadatan kendaraan di dalam area YBJ. 

Arti warna

Di dalam Permen nomor 34 Pasal 4 dijelaskan arti warna markah jalan. Putih berarti pengguna harus mengikuti perintah dan larangan sesuai bentuknya dan kuning artinya pengguna jalan dilarang berhenti pada area tersebut.

Sedangkan warna merah berarti keperluan atau tanda khusus serta warna lain, hijau dan cokelat, menyatakan daerah kepentingan khusus yang harus dilengkapi dengan rambu dan atau petunjuk yang dinyatakan dengan tegas.

Sesuai pasal 287 pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan menyebutkan setiap pelanggar markah jalan bisa kena sanksi pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500 Ribu.

SUMBER : Beritagar.id 

Tulis Tanggapan
    Similar News
    Tips mengemudi yang aman dan benar disaat mudik.
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    29 May 2019
    Menjaga performa berkendara selama bulan puasa
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    08 May 2019
    Pahami kesaktian plat nomor yang memiliki prioritas di jalan raya!
    lalintas.com
    22 April 2019