lalintas.com

Tips mengemudi yang aman dan benar disaat mudik.

Musim mudik lebaran biasanya setiap tahun memakan korban jiwa akibat kecelakaan di jalan raya. Rata rata hingga 778 orang meninggal dunia akibat kecelakaan berlalu lintas disaat melakukan mudik pada tahun 2017-2018. Ribuan kasus kecelakaan terjadi tidak lain penyebab utamanya adalah perilaku dalam berkendara yang tidak aman dan kurang tepat.

 

Kelelahan memang merupakan penyebab utama kecelakaan, namun kurangnya persiapan juga menjadi faktor penyumbang kecelakaan dalam berkendara. Pengemudi yang sangat letih dapat dikategorikan sama saja dengan pengemudi yang berada dalam pengaruh zat obat-obatan atau terdapat kadar alkohol dalam darahnya. Artinya pengemudi yang letih tidak boleh mengendarai kendaraan, apa lagi berkendara pada rute yang jauh.

Pertama, pengemudi harus mempersiapkan kendaraan dalam keadaan layak jalan agar bebas dari hambatan dan mendapatkan kenyamanan. Yang perlu diperhatikan:

  1. Ban kendaraan dalam keadaan layak dan memilki ban serep
  2. Air; radiator, wiper, aki, hingga air minum
  3. Kelistrikan harus baik; lampu keseluruhan, aki, sekring cadangan, dan senter
  4. Oli; mesin dalam keadaan tidak kurang dan baik kondisinya, oli rem juga dalam keadaan layak tidak terkontaminasi oleh uap air, dan oli lainnya seperti Power Steering bila ada
  5. Pengemudi harus memiliki SIM dan STNK
  6. P3K dan segitiga darurat harus ada untuk menyikapi keadaan darurat
  7. Jangan lupa kunci ban dan dongkrak.

 

Kedua, perencanaan dalam kegiatan mudik juga harus matang. Seperti rute utama dan rute jalan pintas juga harus di tetapkan atau diperhitungkan sehingga tidak sembarangan memilih rute disaat berkendara, karena rute yang tidak aman dan macet dapat menyebabkan stress bagi pengemudi dan juga penumpang. Tentukan area atau lokasi untuk peristirahatan dan SPBU.

Ketiga, sikapi keletihan dengan menjaga kualitas dan waktu beristiraht yang cukup. Pengemudi harus tidur cukup minimal 7-8 jam sebelum berkendara. Memang batas maksimal berkendara dalam sehari adalah 10 jam, namun dikarenakan kondisi yang sedang puasa dan rute yang macet disarankan agar dapat membatasi lama berkendara maksimal 8 jam dalam 24 jam. Setiap 2 jam berkendara agar beristirahat 15 menit hingga 30 menit. Atur asupan disaat sahur untuk minum minuman isotonic dan makan makanan yang tidak berminyak. Bagi penumpang agar tidak mengganggu kondisi mental pengemudi agar terhindar dari distraksi, dan pastikan pengemudi tidak mengantuk disaat berkendara.

Selalu waspada akan resiko dan bahaya dalam berkendara disaat mudik, jadilah pengemudi yang bijak, mengutamakan keselamatan dirinya, penumpang dan pengguna jalan raya lainnya, gunakan empati dalam berkendara hindari perilaku yang dapat meningkatkan resiko kecelakaanm dan jangan lupa berdoa menurut kepercayaan masing masing. Semoga tips ini dapat berguna dan membantu para pemudik untuk sampai ditujuan dan pulang dalam keadaan selamat.

Tulis Tanggapan
    Similar News
    Menjaga performa berkendara selama bulan puasa
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    08 May 2019
    Ini Larangan Baru yang Harus Digalakkan Selain Pengendara Merokok
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    02 April 2019
    Mengenal arti markah jalan
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    13 March 2019